suaramerdeka.com – Satu lagi pusat kuliner di Kota Semarang spesial seafood dibuka. Pengusaha restoran yang sudah malang melintang di dunia, Abdullah Basri Sabtu lalu membuka Rumah Makan Phuket Seafood di Jl Abdurrahman Saleh 63, samping SPBU Manyaran.
Grandopening dilakukan oleh Hj Zaimatun Azam Ali Mufiz, ditandai dengan pengguntingan pita. “Secara kebetulan, Abdullah Basri memang paman saya,”tutur Ali Mufiz, mantan Gubernur Jateng yang hadir siang itu. Beberapa tamu asing yang hadir saat grand opening datang dari Belanda, Jepang dan lain-lain.
Menurut Basri, rumah makan berkapasitas 100 tempat duduk itu terdiri dua lantai. Lantai satu selain sebagai dapur dan pusat penyajian, pengunjung juga bisa secara langsung menyaksikan proses memasak oleh para koki berpengalaman dari menu
yang dipesan. Di lantai dua terdapat mini bar, mushala dan ruang terbuka untuk menyaksikan pemandangan kota Semarang.
Basritak sungkan-sungkan ikut membantu para koki yang sibuk aneka menu masakan. “Awalnya kami memang main-main, eh ternyata keterusan,” katanya. Tahun 1978 dia meninggalkanIndonesia ke Newzealand untuk kuliah di Auckland University.
Dia mempelajari mesin-mesin plastik. Kemudian berpetualang ke sejumlah negara di Eropa,Belanda, Jerman, Inggris, Belgiua dan lain-lain. Tahun 1995 dia menikahi Ribeka, gadis asal Jepang putri seorang guru besar Matematika di Konan University. “Sambil menemani saya mengembangkan bisnis kuliner, istri sayajuga mengajar di Unnes dan Undip,” kata Basri.
Selain di Semarang dia juga membuka restoran seafood di Bali. Kenapa menggunakan nama “Phuket”untuk brand restorannya? Menurutnya, untuk bernostalgia bagi orang-orang yang pernah menikmati aneka hidangan seafood di Phuket, sebuah pulau di Thailand yang sangat terkenal masakan lautnya. “Kami sajikan tom yam, sup tom khai khaidan aneka minuman yang asli dibawa dari Thailand,” kata Basri.
AliMufiz menilai pamannya, memang bertangan dingin dalam urusan bisnis. “Apa saja di tangan Basri biasanya, berkembang dengan baik seperti restoran di Manyaran ini,” tuturnya.
(Agus Fathuddin Yusuf/ CN40/ SM Network)